Digital Marketing Berbasis Pentahelix Dalam Pemberdayaan Umkm Desa Wisata Sukasari Lembur Pakuan Kabupaten Subang
DOI:
https://doi.org/10.70522/jad.v5i2.181Kata Kunci:
digital marketing; UMKM; desa wisata; pemberdayaan masyarakat; pentahelixAbstrak
Pengembangan UMKM di Desa Wisata Sukasari Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, memerlukan penguatan digital marketing untuk meningkatkan daya saing produk lokal di era transformasi digital. Meskipun memiliki potensi wisata budaya dan produk unggulan yang besar, pelaku UMKM masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital marketing melalui pelatihan berbasis pendekatan pentahelix yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik langsung, dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Mei 2026 melibatkan pelaku UMKM, Pokdarwis, Bank BJB Subang, dan PT Biru Inovasi Teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai penggunaan media sosial bisnis, WhatsApp Business, marketplace, dan strategi branding produk lokal. Namun, masih ditemukan kendala pada literasi digital, pengembangan konten kreatif, dan akses permodalan. Pendekatan pentahelix terbukti efektif mendukung pemberdayaan dan transformasi digital UMKM secara berkelanjutan
Referensi
Carayannis, E. G., & Campbell, D. F. J. (2009). 'Mode 3' and 'Quadruple Helix': toward a 21st century fractal innovation ecosystem. International Journal of Technology Management, 46(3–4), 201–234.
Chaffey, D., & Ellis-Chadwick, F. (2019). Digital Marketing: Strategy, Implementation and Practice (7th ed.). Pearson Education.
Hidayat, R., & Nugroho, L. (2022). Digital marketing strategy for MSMEs sustainability in the tourism sector. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 24(2), 115–126.
Kemmis, S., & McTaggart, R. (2005). Participatory action research: Communicative action and the public sphere. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), The Sage Handbook of Qualitative Research (3rd ed., pp. 559–603). Sage Publications.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Panduan Pengembangan Desa Wisata. Kemenparekraf RI.
Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. (2024). Transformasi Digital UMKM Indonesia 2024. Jakarta: Kemenkop UKM.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.
Pratama, A., & Sari, D. P. (2023). Strengthening digital literacy for tourism village MSMEs through community empowerment. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 45–53.
Rachbini, D. J. (2019). Transformasi Digital UMKM Indonesia: Tantangan dan Peluang. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 22(1), 1–18.
Saputra, H., & Kurniawati, N. (2021). The role of social media marketing in improving MSMEs competitiveness. International Journal of Economics and Business Research, 21(4), 389–401.
Scheyvens, R. (1999). Ecotourism and the empowerment of local communities. Tourism Management, 20(2), 245–249.
Suansri, P. (2003). Community-based Tourism Handbook. Responsible Ecological Social Tours (REST) Project.
Sulistyowati, R. (2020). Pemberdayaan UMKM Melalui Pelatihan Digital Marketing: Studi Kasus Kelompok UMKM di Jawa Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 1(2), 45–54.
Wardhana, A. (2015). Strategi Digital Marketing dan Implikasinya pada Keunggulan Bersaing UKM di Indonesia. Forum Keuangan dan Bisnis Indonesia (FKBI) IV, 327–337.
Wibowo, T., & Rahmawati, I. (2024). Pentahelix collaboration model in sustainable tourism village development. Journal of Tourism Sustainability, 5(1), 66–78.



